LEAHISM

What I see. What I hear. What I feel. What I do.

Welkom! Welcome! Selamat Datang!

Ik aanbiden deze blog in het Nederlands, Engels en Indonesisch. Ik hoop dat jij geniet ervan.

I serve this blog in Dutch, English, and Indonesian. I hope you enjoy it.

Aku menyuguhkan blog ini dalam Bahasa Belanda, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Aku harap kamu menikmatinya.
Showing posts with label I feel. Show all posts
Showing posts with label I feel. Show all posts

Guru Bahasa Jerman Abal-abal

"Sharing is fulfilling and enriching."
-Leahism-

Lagu American Authors berjudul Best Day of My Life mengalun riang pagi ini. Rasanya lagu ini aku banget. Pasalnya aku membantu temanku yang suka banget mengenai negara yang dipimpin seorang kanselir. Deutschland! Per 1 Oktober aku menjadi guru bahasa Jerman baginya.
Teman baruku ini berasal dari kabupaten yang sama sepertiku. Aku mengenalnya dari salah satu anggota Couchsurfing Banyuwangi. "Ayo gathering... Aku bawa temanku yang ingin banget bertemu denganmu karena kamu sudah pernah ke Jerman. Dia suka banget tentang Jerman." itu isi pesannya. Dan kita pun akhirnya bertemu di Coffee Shop tidak jauh dari rumah.
Persis satu hari sebelum Oktober tiba, permintaan untuk mengajar datang, "Mbak leah ajari kita basa blanda dung...." Daripada bahasa Belanda, aku menawarkan bahasa Jerman. Alasannya dua: Pertama, anak ini suka banget mengenai Jerman. Belajar bahasa Jerman lebih mengena daripada belajar bahasa negeri Van Orange itu. Kedua, sudah lama aku tak belajar bahasa Jerman. Menggunakan pun tidak. Jadi ini adalah kesempatan besar untuk me-refresh pengetahuan dan skillku dalam berbahasa Jerman."
Aku tertawa... Ternyata tidak mudah. Banyak sekali kata-kata yang terlupakan. Artikel der, die, das itu pokok banget. Hanya ingat beberapa kata saja der, die, das-nya untuk apa kata apa aja. Mau tak mau aku harus belajar lagi. Membuka website-website yang menawarkan belajar bahasa Jerman gratis dan juga materi-materi belajar mandiri bahasa Jerman. Guru pun harus belajar untuk mengajar. Terutama agar bisa menjawab pertanyaan sang murid. Tak lupa, seperti biasanya aku merekomendasikan Busuu dan juga Teach Yourself German untuk belajar otodidak.
Rasanya simple! Tapi ternyata membantu remeh seperti ini dapat membuatku bahagia. Rasanya seneng dan memperkaya sekali. Mungkin ini yang dibilang orang-orang "indahnya berbagi". Yup! Aku pun merasakannya...

Oo-o-o-o-oo
This is gonna be the best day of my life
My life
Oo-o-o-o-oo
This is gonna be the best day of my life
My life

Leah, Hot and Cold

What is a relationship actually? What are we looking for? I feel doubt with my decision to choose my Boyf to be my future husband. Do I choose rightly? Do I really want him? Some months ago, I didn't have this feeling. But since he needed a time, three months, for our future, I've been doubting him since then...

Then, I feel that I'm truly like a song titled "Hot and Cold" by Katy Perry.

I change my mind
Like a girl changes clothes
Yeah I PMS
Like a bitch, I would know

And I over think
Always speak critically
You should know
That I'm not good for you

'Cause I'm hot then I'm cold
I am yes then I'm no
I'm in then I'm out
I'm up then I'm down

I'm wrong when it's right
It's black and it's white
We fight, we break up
We kiss, we make up

I!(I)
I don't really want to stay, no(no)
I!(I)
But I don't really want to go-o(go)

I'm hot then I'm cold
I am yes then I'm no
I'm in then I'm out
I'm up then I'm down

We used to be
Just like twins, so in sync
The same energy
Now's its a dead battery

Used to laugh 'bout nothing
Now I'm plain boring
You should know that I'm not gonna change

Someone call the doctor
Got a case of a love bi-polar
Stuck on a roller coaster
Can't get off this ride

I change my mind
Like a girl changes clothes


LDR: Communication


Everyday my Boyf and I make a contact via Skype and Whatsapp, sometimes phone. In the past, we were crazy: phone call everyday. Once my Boyf's phone bill was 600 Euro! I used provider Three to make a call, but I must call to his home phone to get a cheap price. About 10 Euro per month for 10 hours. SMS was still a king. We traded a SMS about 2-5 times a day.
On that time, I like phone call more than Skype. The reason was on Skype or Yahoo Messenger I could see clearly the time difference. It was dark in my place but the light was still bright in my Boyf's place. Even we had been online and chatted for many hours, but I like asking him to call me for 2-5 minutes on the phone before going to sleep. Just to hear his voice, closer, as if he was beside me.
Nowadays, everything is changed. Skype and WhatsApp are our fellows. Phone call becomes rare. If I don't have any internet connection for Skype, then my Boyf will make a phone call almost everyday even the duration is not that long anymore. WhatsApp replaces SMS. Anytime we make a contact.
Talking about WhatsApp, my Boyf has it first than I. I knew it in 2011. On that time, I didn't know about WhatsApp. He made a contact, swapped stories with her friends when he was in Indonesia. Even I have a smartphone, but he had no any initiative to tell something like this, "Cinta, install WhatsApp in your smartphone! Thus, we can communicate nicely (and at least cheaper). I use WhatsApp to communicate with my friendsss..." So, ja! I got no saying like that. I was (still) mad (untill now). Then, few months later I installed it with my own initiative.
While the communication technology grows faster and smarter, I feel tired with this LDR. Even technology makes distance and time gone, the six years in LDR is dullable. No matter how sophisticated a technology, but it won't replace an appearance of someone. I fell like Milow's song "Ayo Technology".
Aayooh...
I'm tired of using technology.
I need you right in front of me.

Akhirnya...

Aku mengakui kalau aku tidak suka.
Kupikir aku baik-baik saja.
Tapi ternyata tidak.

Manusiawi...

Kalau udah bau-bau liburan lebaran kayak gini, seminggu sebelum libur udah ga konsen kerja, males mo ngerjain tugas (kecuali ada deadline dan department crisis lol). Trus yang paling parah adalah mulai bawel: Udah inget lagi ma lidah kalo makanan di Yogyakarta tuh ga enak. Mie ayam ga enak. Nasi rames ga berasa. Sambal ga pedas. Sayur asem ga seger ahahaha... Ujung-ujungnya membandingkan dengan masakan Banyuwangi dan masakan rumah.
Sigh...

Are You This Guy?


21 criteria as an ideal husband:
  1. Are you smart?
  2. Are you single?
  3. Are you settled?
  4. Are you moslem?
  5. Are you romantic? 
  6. Do you like racing?
  7. Do you like diving?
  8. Do you love traveling?
  9. Are you a wise person?
  10. Are you a Javanese guy?
  11. Do you not like violence?
  12. Are you sexy in everything?
  13. Are you not easy to be angry?
  14. Do you speak many languages?
  15. Do you like hiking to mountain?
  16. Are you good looking, charming & tall?
  17. Do you know and understand Javanese habit?
  18. Do you know how to act as a Javanese husband?
  19. Do you know how to act as a Javanese son in law?
  20. Do you treat someone else especially women well?
  21. Do you practice "If you marry a woman, you also marry her family"?


# Imagination at the office at 6:49pm

Deutsch Oh Deutsch...

Akhirnya aku belajar kembali bahasa Jerman setelah tahun lalu aku mengambil keputusan untuk tidak belajar bahasa Jerman dahulu dengan alasan akan mengikuti ujian kewarganegaraan Belanda untuk bisa tinggal di Belanda. Well, tahun 2013 nampaknya rencana untuk mengikuti ujian itu akan tertunda. Maka, aku pikir untuk belajar bahasa Jerman kembali. Kupikir dan menurut guru les mengatakan bahasa Belandaku untuk pemula cukup untuk mengikuti ujian tersebut. Huwokeeeey.... Maka aku putuskan back to learn German. Dengan catatan, (aku berjanji pada diriku) bahwa:
  1. Senin-Jumat mengobrol dan chatting dalam bahasa Belanda bersama cowokku (Sabtu-Minggu dia yang berbicara dalam bahasa Indonesia)
  2. Sebisa mungkin bahasa Belandaku tidak kecampur dengan bahasa Jerman. It's a must.
Awalnya cowokku tidak setuju aku belajar bahasa Jerman kembali. Tapi lagi-lagi, menurut hematku: Kamu bisa menahan amarahmu, tapi kau tak bisa menahan keinginanmu untuk selamanya. Ya... Aku mempercayai itu! aku berusaha keras untuk tidak tergoda untuk kembali belajar bahasa Jerman. Tapi, apa dinyana: Christoph Waltz membuatku tak bisa membendung keinginan untuk berbicara dalam bahasa Jerman. Ach!!!! Es ist so schwierig!!!


So, here are two of my writing exercises:
Heute ist endlich sehr schön. Ich hatte kostenlos Mittagessen und Abendessen. Kommen Sie oft nach Indonesien, bitte Professur!!! Das Restaurant "Drie Frauen" ist gut. Die gerichten hatten sehr gut geschmeckt. Das Innere vom Restaurant hat Peranakan Tionghoa Kunst. Interessant! Es ist als in Singapur oder in Malaysia. Es ist ein bisschen teuer, aber kein Problem, oder?
Ich hatte eine Küche, eine Tasse Cappuccino, und einen Teach Yourself German Buch. "Ach, 2 Stunden gehen so schnell!!!

I'm Scared...

I'm scared... And it looks scary but not that horror. Well, that's is my thinking about:
  1. So skinny girl.
  2. Different act.
One of my friends was very skinny. Thanks God, she's bigger a bit now. Oh, my! I said to her, "You are very skinny." Then she replied, "Ough! I'm still fat, I need more skinny if I want to be a model." So, ya. I couldn't say anything about that. But, I was afraid to hug her. I was afraid, she will be broken like a fragile glass. I was afraid that her bone will be broken into pieces. Last time I saw two girls with that condition. And I just couldn't see them any longer.
I'm also scared with a girl I know. Normally when she came, her face looked grumpy, not friendly. Well, this girl also dislikes me apparently. Once, I asked a question to her, she replied me without looking at me but busy with her computer. Lately, I saw twice that she has a bit smile on her face. I saw, she tried to have a smiley face. It looks fake but hmmmm... Ok. Maybe, she's changed.


But still, I'm scared...

Goodbye, Teamwork!

I admit that I'm indeed suck in teamwork. I supposed to wait my boardinghouse friends to clean the shared kitchen together. What have I done? I ruined it. I cleaned it alone by myself. It's so hard to collect people together at the same time while I don't like waiting.

Today:
I need to go there.
I need to go here.
I get meeting bla bla bla...
Tomorrow then...
Tomorrow:
I can't today. Tomorrow...
Tomorrow (2)
_____ (no any single word from them)

Tomorrow becomes yesterday. There's no any move. Still yet. No initiative. Then, I ended up myself to clean it alone. I just can't stand to watch it dirty.
I don't believe with a teamwork. I don't believe everybody has an initiative to do something. Or maybe I'm just too fast with my mind? Or maybe they are just too slow.

Ach! I believe with myself. Alone. That I can work without them. But they are welcome to help. If they have an initiative to help... Which I believe they just don't have...

Let me know if I'm wrong.

Kau Membuatku Terkejut

Kau membuatku terkejut.
Hanya itu yang bisa aku katakan.
"Ternyata... Ternyata kita senada"
"Ternyata... Ternyata kita seirama"
Dan senyum mengembang di wajahku...

Tak kusangka aku tak sendiri
Tak kusangka kau juga mengikuti
 
Kita punya hidup masing-masing
Kita saling menjalaninya
Aku bahagia di sini
Dan ku pikir kau juga
Biarkan dia seperti itu...

Aku hanya masa lalu mu

Kau hanya masa lalu ku


I'm Rich

This year I feel my bond with all people I love is stronger. I've never felt like this before... And I need them. Used to I just wanted to be in my own but now I need them as life and love are indeed for share. Thank you for the people who have and still having interaction with me. You have enriched me...

Yogyakarta, 1st December 2012.

Ik Heet het: Een Huis


Ik voel me nu erg moe. Geen lichamelijke moe maar mentale. Het is niet zo makkelijk te leven bij elkaar door het huren van een huis. Vooral leven met andere negen mensen. Ik mis alleen zijn. Het wordt me: heimwee. Voor mij, het betekent: mijn huis in Banyuwangi, mijn familie vooral mijn moeder, en mijn vriend. Zij zijn het huis voor me. Zij geven me alleen maar comfort en warm.


Wel nou, wat is een huis voor je?

Lembayung

mellow mellow...
Gara-gara membaca tentang mendaki Gunung Agung, mendengarkan lagunya Saras Dewi "Lembayung Bali" jadi teringat suasana Bali. Suasana airport Ngurah Rai kedatangan internasional ketika menanti sang kekasih. Jadi teringat kembali pertama kali bertemu, pertama kalinya menantinya dengan rasa berdebar-debar diiringi oleh lagunya Duffy "Warwick Avenue" yang di-setel berulang-ulang. Ah, tak terasa 4 minggu lagi akan bertemu. Di tempat yang sama, aku akan menunggu lagi...
Teringat pula ketika dari Munich ke Amsterdam untuk terakhir kalinya dengan KLM Februari lalu. Bukan aku yang menunggu, tapi dia yang menunggu dari terminal kedatangan airport Schipol. Melihat dia di sana menungguku, rasanya senang sekali campur deg-deg-an setelah satu bulan tidak bertemu. Mungkin, itu pula yang dia rasakan ketika dia melihatku menantinya di antara kerumunan orang-orang.

New Day New Month

I just realize that it's July. I feel that the time runs so fast. 6 months to go before 2011 is gonna end. On the other hand, I feel that I still do nothing to be proud of.

Memalukan

Memalukan.
Ketika orang lain berkarya dan membuat prestasi, aku sibuk dengan perasaanku akan cinta.
Memalukan.
Ketika juniorku sibuk dan menjadi salah satu delegasi KTT ASEAN, aku sibuk berkutat-kutat dengan facebook tanpa apa-apa.
Memalukan.
Ketika orang lain menorehkan sejarah atas nama mereka, aku sibuk dengan bagaimana menghilangkan jerawat di muka.
Sungguh memalukan.
Sungguh sangat memalukan.
Sungguh amat sangat memalukan.
Memalukan ketika aku kangen dengan pacarku luar biasa.
Memalukan ketika aku masih terobsesi ingin menikah di umur 25 tahun tanpa alasan yang jelas, sedangkan obsesi itu tak akan terlaksana setidaknya 2-3 tahun mendatang.
Memalukan ketika aku masih ngotot ingin menikah umur 25.
Memalukan.
Dan aku malu. Malu pada diriku sendiri tapi tak bertindak namun menuliskannya ke dalam tulisan ini. Saat ini. Detik ini.
Lalu, apa yang harus aku lakukan?
Lagi, lagi. Sungguh memalukan, karena aku masih bertanya.

None

I cry but no tear.

What is it then?

The feeling is only empty.

I just wanna see the dark sky, lay on the ground and do nothing.

Death?

No, I'm just numb.

What is it then?

Empty.

Cries again but no tear.

Falling a sleep.

It's the medicine so far.

As tranquillizer.

Sedative...

Bukan Cinta Biasa

Tiba-tiba ingin mendengarkan lagu-lagu Indonesia di tanah rendah, Belanda. Dan di sini-ku sekarang sedang mendengarkan lagunya Afgan - Bukan Cinta Biasa, salah satunya. Jadi ingat dulu, ntah kapan tepatnya. Aku masih ingat, menangisku tersedu sedan dan bilang aku ingin meninggalkan kekasihku dan bersandar ke lelaki lain. Dia, sosok lelaki yang aku dambakan. Dan sekarang pun tinggal kenangan.

Dan aku tak tau keputusanku itu baik atau tidak jika emang terlaksana... Dan, aku tak mau membayangkan.

It's Raining and I Love It

I am enjoying my time now. Rain. Reminds me to Indonesia, missing the family. Then, I made a call to my mom just let her know that it's raining in The Netherlands right now. Just like Jason Mraz's album that Life Is Good. And yes, life is good. I feel it...

My Little World as Au-pair

Today is my second day working as au-pair "officially". It is not tired that much like the first day working. Yesterday spent me lot of my energy. Physicly and mentally. Physic. Why? As, I've never "worked" before. Mentally? As, everything is new. I should adapt a lot. Not only with the people, but also with the environment. I was a little bit nervous a while and hoped so much that my first working day is going good. Then, when i was working, I was a little a bit confused, "What I should do?!" "What I should do?!" "Am I doing right?". Those questions came up all the time on my mind. Pfff... But the only one thing I know that I will pass this phase soon and then enjoy it a bit and a bit. Especially my Au-pair family is good SO FAR.

Feminitas dan Maskulinitas dalam Diriku

Aku punya banyak teman dekat cowok daripada teman dekat cewek, banyak dekat dengan teman cowok daripada banyak dekat dengan teman cewek. Itu yang menjadi penyeimbang dalam diriku akan hal feminitas (dari diriku sendiri sebagai wanita) dan maskulinitas (dari teman laki-laki).